"Memperhatikan
sepasang hati bercengkerama dibalik
awan tebal dan hitam// Lukisan
senyummu seolah menghapus kecemasan sebuah pertanda akan
jatuh hujan lebat dan petir yang akan menyambar// Namun itu semua
tak mampu menggetarkan rasa dihatinya/ bahkan
mereka seperti sedang bergandengan sambil menari di tengah-tengah badai//
Beberapa teriakan dari bawah langit memanggil-manggil mereka untuk segera turun
dan kembali kerumah masing-masing// Sebelum hujan benar-benar jatuh/ namun mereka tidak kunjung pada sedianya//
Mereka haus karena kemarau panjangnya/ apalah arti badai dan petir // Jika itu
hanya termakna harga dari sebuah hujan yang mereka nanti di sepanjang
kekeringan kemarau/ yang akan termanfaatkan untuk banyak kehidupan/ ini
hanya proses alam// Ada satu nuansa kebahagiaan yang mereka
nantikan seandainya telah berhasil melalui badai dan petir, yaitu pelangi//
Mereka tidak memperdulikan tentang kedua kemungkinan muncul setelah hujan badai
tersebut// Apakah akan benar-benar muncul pelangi atau tidak sama sekali// Mereka
hanya menikmati semua gejala alam ini apa adanya//
Sebersit
tentang pelangi yang muncul pun takkkan pernah lama// Namun setidaknya mereka
pernah menikmatinya bersama-sama// Sekiranya
kau pernah tahu dan mengerti tentang rasa pahit dan manisnya// Semua
akan kembali berputar/ waktu akan berjalan memutar kembali// Akan ada
kemarau lagi yang mungkin kau lalui sendiri lagi ataukah berbagi// Bahkan akan
ada salju atau semi/ dan gugur pada musim masanya// Akan selalu datang untuk
kehidupan selanjutnya/ dan akan terlaluilah dengan cara untukmu menikmatinya/ sendiri atau berbagi//
Jika memang Tuhan menganugerahkan amanat besar itu padanya/ dan ketika
dibalik terjangan panas/ hujan/ petir dan badai// Mereka masih mampu bertahan
meski sempat tubuhnya menggigil kesakitan// Masih ada pelangi tercipta untuk
mereka nikmati bersama// Meski hanya sebuah lagu pelangi sekalipun/ dan ini adalah kehidupan//
Beberapa teriakan dari bawah langit memanggil-manggil mereka untuk segera turun dan kembali kerumah masing-masing// Sebelum hujan benar-benar jatuh/ namun mereka tidak kunjung pada sedianya//
Mereka haus karena kemarau panjangnya/ apalah arti badai dan petir // Jika itu hanya termakna harga dari sebuah hujan yang mereka nanti di sepanjang kekeringan kemarau/ yang akan termanfaatkan untuk banyak kehidupan/ ini hanya proses alam// Ada satu nuansa kebahagiaan yang mereka nantikan seandainya telah berhasil melalui badai dan petir, yaitu pelangi//
Mereka tidak memperdulikan tentang kedua kemungkinan muncul setelah hujan badai tersebut// Apakah akan benar-benar muncul pelangi atau tidak sama sekali// Mereka hanya menikmati semua gejala alam ini apa adanya//